Apa itu Amonia ??

Sunday, February 26, 2017


Apa itu Amonia

Amonia, NH3, adalah gas beracun , tidak bewarna dengan bau yang khas. Walaupun gas ini digunakan dalam banyak kasus sebagai larutan amonia dalam air, yakni dengan dilarutkan dalam air, amonia cair juga digunakan sebagai pelarut non-air untuk reaksi khusus. Sejak dikembangkannya proses Harber-Bosch untuk sintesis amonia di tahun 1913, amonia ini telah menjadi senyawa yang paling penting dalam industri kimia dan digunakan sebagai bahan baku banyak senyawa yang mengandung nitrogen.  Amonia juga digunakan sebagai refrigeran (di Kulkas), selain itu dalam pembuatan polimer dan bahan letupan.


Gas yang tidak bewarna ini bau yang menyengat dapat dengan mudah dicairkan. Bahkan bentuk cair senyawa ini digunakan sebagai pupuk nitrogen. Amonia juga digunakan untuk memproduksi urea (NH2CONH2), yang juga digunakan sebagai pupuk dalam industri plastik, dan dalam industri peternakan sebagai suplemen makanan ternak. Amonia sering merupakan senyawa pertama untuk banyak senyawa nitrogen.


Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hydrogen ditemukan oleh Ilmuwan Fritz Haber (1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dari Jerman. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah :

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) ∆H = -92,22 Kj     Pada 25oC : Kp = 6,2×105

Fritz Haber, ilmuwan terkenal di balik pesatnya industri amonia. Fritz Haber adalah orang pertama yang berhasil memfiksasi amonia di laboratorium. Bersama rekannya Carl Bosch, seorang ahli teknik kimia, mereka mendesain industri amonia yang dapat memproduksi amonia dalam jumlah besar. Atas kontribusi yang besar dalam bidang sintesis amonia, Fritz Haber dianugrahi hadiah Nobel kimia pada tahun 1918.

Ini Bapak Fritz Haber
Fritz Haber


Ini Temannya, Bapak Carl Bosch



















Pada awal pengembangan industri amonia, Fritz Haber kerjasama dengan Carl Bosch mendesain suatu pabrik amonia untuk memproduksi amonia untuk skala besar. Carl Bosch menyarankan Fritz Haber agar tidak menggunakan suhu reaksi yang terlalu rendah. Jika suhu reaksi terlalu rendah maka reaksi akan berjalan dengan lambat dan tidak efisien di industri kimia. Bosch juga mengusulkan untuk menggunakan tekanan yang tidak terlalu tinggi. Tekanan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan resiko kecelakaan akibat ledakan dan meningkatkan biaya konstruksi pabrik. Karena itu Bosch berusaha merancang pabrik yang dapat memproduksi amonia dengan tekanan 10 sampai 100 Mpa dan suhu 100-500oC. Setelah lima tahun bekerja sama, mereka berhasil membuat desain industri amonia yang diserahkan kepada perusahaan BASF. Sayangnya pembuatan industri amonia itu bertepatan dengan dimulainya Perang Dunia I. Di bawah tekanan dan blokade pihak sekutu, suplai Natrium Nitrat dari Chili terhenti. Akhirnya industri amonia Jerman lebih diarahkan untuk memproduksi bahan peledak daripada pupuk buatan. Tanpa industri amonia Haber-bosch, pasukan Jerman dan Austro-Hungaria pastilah sudah menyerah di awal 1918 karena kehabisan bahan peledak.



Sifat Fisis  Utama Amonia :
·         Rumus molekul : NH3
·         Berat molekul : 17.03 g/mol
·         Temperatur kritis : 132.40 °C
·         Tekanan kritis : 111.3 atm
·         Titik didih : 33.15 °C
·         Titik leleh : -77.7 °C
·         Spesific gravity pada acuan udara : 0.5971
·         Kelarutan dalam air dingin (0 °C) : 89.9/100
·         Kelarutan dalam air panas (100 °C) : 7.4/100
·         Viskositas (25 °C) : 13.35 Cp

Sifat  Kimia Utama Amonia

  • ·          Reaksi amonisasi
  • ·         Missal pada senyawa halogen
  • ·         NH3 + HX à NH4+ + X-
  • ·         Amonia mengalami disosiasi mulai pertama kali pada 400-500 C, pada tekanan 1 atm
  • ·         Oksidasi pada suhu yang tinggi dari NH3 akan menghasilkan  N2 + H2O
  • ·         2NH3 + 2 KMnO4 à 2KOH + MnO2 + 2H2O + N2


Reaksi: