Sejarah Pencemaran

Sunday, February 19, 2017



Kita sekarang sudah masuk awal abad ke 21, masalah pencemaran kini sudah mulai menjadi pembahasan pokok utama di negara-negara maju dan berkembang, dan pembahasan yang paling utama diantara itu adalah pencemaran udara dari asap-asap yang dikeluarkan oleh kendaraan yang lama-kelamaan bisa mengikis lapisan ozon dan kemudian menyebabkan pemanasan Global yang mengganggu kehidupan manusia di muka Bumi (hehehe..).


Ok, jadi sebelum ditemukannya kendaraan-kendaraan yang "mengeluarkan asap" ini, adakah zaman dahulu terjadi pencemaran ?? YA, ada. 
Pada ujung abad ke-19 yaitu sekitar 1890-an, pencemaran dari segi lain telah memuncak di negara-negara barat, terutama di Kota London dan New York. Pencemaran yang bagaimana tu ? Pencemaran yang juga dihasilkan oleh "Kendaraan" yang juga mengeluarkan limbah, tetapi bukan berupa asap, melainkan berupa TAI (maaf) atau Kotoran. Ya, Kotoran Kuda. Kuda pada ketika itu adalah tunjangan utama ekonomi mereka, Berpuluh ribu ekor kuda sebagai sumber pengangkutan umum dan transportasi barang-barang dari satu tempat ke tempat lain.

Di Kota London saja terdapat kira-kira sebanyak 11 ribu taksi kereta kuda yang disebut Hansom Cab. Dan dalam operasinya Hansom Cab memerlukan 3 ekor kuda sehari untuk menarik satu kereta (3 kuda itu bergantian untuk menarik kereta, satu kuda menarik kereta sedangkan dua kuda lagi beristirahat). Bayangkan saja dengan jumlah 11 ribu kuda ? berapa banyak Kotorang yang dihasilkan ??. 

Bukan cuma itu, Bus umum juga menggunakan kuda dengan jumlah ribuan kuda yang lebih banyak. Itu belum lagi kuda-kuda pengangkut barang. Diperkirakan sebanyak 50 ribu ekor kuda ada dalam satu hari di Kota London. Jadi cuba bayangkan kotoran yang dikeluarkan oleh kuda-kuda ini. Lewat tahun 1894, telah menjadi krisis yang sangat parah. Krisis ini dikenal sebagai "Great Horse Manure Crisis of 1894". Ahli-ahli perkotaan Inggris ketika itu mangatakan, kalau krisis ini berkelanjutan dalam tempo 50 tahun lagi, kotoran-kotoran kuda ini akan menenggelami Kota London setinggi 9 kaki.


Dan kemudian, entah kenapa jangka usia hidup kuda-kuda pengangkut ini hanya 3 tahun saja (setelah dewasa dan dianggap layak untuk jadi kendaraan) dan kuda-kuda ini akan mati di jalan-jalan kota London. Biasanya kuda-kuda yang mati ini akan dibiarkan membusuk disitu selama beberapa minggu supaya mudah untuknantinya diangkat ke pembuangan. Suasana kota London ketika itu sungguh buruk, jumlah pekerja untuk pembersihan tidak mencukupi. Lalat-lalat dan belatung-belatung memenuhi kotoran-kotoran dan bangkai-bangkai kuda dan seterusnya merebak menjadi wabah penyakit "typhoid fever" atau yang kita kenal Tifus. Masalah yang tidak dapat diselesaikan ini akhirnya tiba di awal abad ke-20 setelah penciptaaan kendaraan otomatis bermesin model T yang kita kenal sebagai "mobil" secara besar-besaran oleh Henry Ford di Amerika. Kendaraan ini yang tidak mengeluarkan TAI (maaf lagi) atau kotoran kemudian mulai menggantikan posisi kuda. Dan seperti yang kita ketahui, masalah pencemaran lain pula timbul yakni dari pembuangannya juga yang memang tidak berupa TAI (maaf sekali lagi) tapi berupa asap.

Reaksi: