Analisa Foto Mikro dan Makro di uji Karatan

Monday, March 13, 2017



Salah satu pengujian penelitian laju korosi adalah Analisa Foto Mikro dan Makro, mau tau penjelasan mengenai uji foto ini , yuk baca disini . 


Analisa Foto Makro
Pada Gambar 1 (satu) yang terdapat dalam halaman lampiran  adalah foto makro dari baja API 5L X65 yang direndam dengan larutan NaCl 3,5% tanpa penambahan  inhibitor. Setelah dilakukan perendaman selama 14 hari permukaan  baja menunjukkan beberapa perubahan, yang artinya permukaan baja sudah terkena korosi. Dari gambar terlihat proses korosi terjadi setiap harinya dan merata karena lapisan  korosi menutupi seluruh permukaan baja. Hal ini dikarenakan tidak adanya lapisan atau pelindungan baja dari larutan NaCl 3,5%. Dan pada pengamatan setiap harinya juga terdapat endapan berwarna coklat kemerahan dibagian bawah media pengujian. Endapan ini merupakan lapisan baja yang terikikis karena reaksi korosi dengan larutan NaCl 3,5%. Dilihat dari gambar 1 permukaan baja yang mengalami korosi dapat ditunjukkan dari warna coklat kemerahan diseluruh permukaan baja dan terdapat lubang-lubang pada bagian permukaan. Hal ini dapat dikatakan bahwa baja tersebut mengalami jenis pitting corrosion atau korosi sumuran. 

Kemudian analisa foto makro dilakukan pada baja API 5L X65 dengan penambahan inhibitor NaNO2. Hasil analisa foto makro baja penambahan inhibitor NaNO2 dengan perendaman didalam larutan NaCl 3,5% selama 14  hari.

Sama seperti perlakuan pengujian untuk baja tanpa pemberian  inhibitor, foto makro  dilakukan 3,6,9,12 dan 14 hari. Pada setiap pengamatan baja mengalami perubahan warna hitam dan semakin merata pada bagian permukaan baja. Gambar tersebut menunjukkan tidak terlihatnya  proses korosi yang terjadi pada permukaan . Perubahan warna menjadi hitam merupakan lapisan tipis dari inhibitor Ammonium Hepta Molibdat yang menempel pada baja. lapisan tipis ini berperan sebagai pelindung permukaan baja dari serangan korosi.

Kemudian foto makro yang dilakukan pada percobaan perendaman baja API 5L X65 dalam larutan NaCl 3,5% dengan penambahan inhibitor Amonium Hepta Molibdat. Dimana senyawa molibdat dan amoniak merupakan inhibitor yang melindungi permukaan baja dengan pelapisan yang bertindak mengurangi proses korosi .

Dilhat dari gambar 3 baja di lapisi dengan lapisan inhibitor ammonium hepta molibdat yang sebagai pelindungnya. Semakin hari sampai 14 hari lapisan tersebut akan semakin bertambah atau semakin menebal dan merekat pada permukaan baja, dan tidak terlihat jelas pertumbuhan korosinya. Tetapi setelah selesai perendaman korosi akan terlihat saat baja telah dicuci. Pada baja terlihat terdapat bintik-bintik hitam kecil seperti lubangan pada permukaan baja. Jenis korosi yang terjadi pada baja ini adalah korosi sumuran (pitting corrosion).

Selanjutnya untuk  Baja API 5L X65 dengan penambahan inhibitor blending yang merupakan campuran konsentrasi terbaik dari inhibitor NaNO2 dan inhibitor amonium hepta molibdat.. Hal ini terbukti bahwa inhibitor blending dapat meningkatkan nilai effisiensi pada baja API 5L X65. Jika dilihat dari laju pertumbuhan korosi yang terjadi dapat dihambat secara maksimal.

Terlihat pada gambar 4 inhibitor blending juga membentuk lapisan pada permukaan baja untuk melindungi dari serangan korosi, yang ditandai dengan berubahnya warna baja tersebut menjadi warna hitam pekat. Dan lama kelamaan akan terlihat pertumbuhan korosi yang ditandai dengan adanya sedikit coklat kemerahan.

Analisa Foto Mikro
Setelah melakukan analisa foto makro maka untuk lebih meyakinkan atau memperkuat hasil analisa maka dilakukan analisa foto mikro. Pengamatan struktur mikro sangat penting dilakukan dapat mengamati suatu struktur mikro dari permukaan baja pada setiap konsentrasi dengan alat SEM (Scanning Electron Microscope).
Foto Mikro Baja API 5L X65 dengan Perbesaran 1000X

Sebelum di Uji Rendam 
















Blanko Tanpa Inhibitor
















Inhibitor NaNO2



















Inhibitor Blending




















Dari hasil pengamatan dari struktur mikro yang dilakukan dengan perendaman selama 14 hari dengan perbesaran 1000x. Dari gambar (a), (b), (c), (d) dan (e) terdapat bagian yang berwarna putih. Hal ini menandakan bahwa yang berwarna putih merupakan besi atau baja yang tidak terjadi korosi. Dapat dilihat pada gambar (a) merupakan hasil foto mikro baja yang sebelum direndam dengan inhibitor. Baja sebelum penambahan inhibitor ini akan dijadikan sebagai perbandingan untuk baja yang diberikan inhibitor maupun dengan blending. Pada gambar (a) terlihat bahwa adanya garis-garis halus berwarna putih dan relatif tipis yang merupakan pengamplasan permukaan pada saat sebelum pengujian. Terlihat juga bahwa permukaannya masih rata, bersih dan belum ada lubang-lubang yang akan menimbulkan dampak akan terjadinya cacat lubang (pitting corrosion). Hal ini berarti baja belum menunjukan terjadinya reaksi korosi. Pada gambar (b) merupakan hasil analisa foto mikro blanko yang direndam didalam larutan NaCl 3,5% tanpa penambahan inhibitor. gambar (b) menunjukkan bahwa baja mengalami proses korosi yang ditandai dengan bagian baja yang tidak halus atau tidak merata pada permukaan baja dan banyak terdapat pori-pori. Kemudian dapat dilihat juga  dari warna hasil analisa foto mikro dimana terdapat warna putih dan hitam. Bagian yang berwarna putih bisa menandakan reaksi korosi yang sedikit dan ada kemungkinan terjadi korosi sangat kecil. Untuk gambar (c) yaitu gambar hasil analisa foto mikro baja API 5L X65 dengan inhibitor NaNO2 pada konsentrasi terbaik 0.07%. Dari gambar (c) dapat dilihat permukaan baja tidak halus dan merata seperti gambar (a) dan terdapat pula poro-pori hitam pada baja tersebut. Apabila dibandingkan dengan gambar (a) maka dapat dikatakan bahwa gambar (c) mengalami sedikit proses korosi. Sedangkan untuk gambar (d) yaitu hasil analisa foto mikro dengan sampel baja yang telah direndam NaCl 3,5% dengan penambahan  inhibitor Amonium Hepta Molibdat pada konsentrasi terbaiknya yaitu 0,12%. Sama seperti gambar (c), gambar (d) terjadi sedikit proses korosi  dengan ditandai permukaan yang tidak merata dan terdapat pori-pori hitam pada permukaan baja. untuk gambar (e) merupakan hasil analisa foto mikro baja blending. Pada gambar ini terjadi perbedaan dari gambar yang lainnya dimana gambar (e) terlihat sedikit pori-pori hitam yang terbentuk dan permukaan baja yang putih dan halus. Hal ini dapat dikatakan baja tersebut mengalami lebih sedikit terjadi proses korosi dibanding gambar (b), (c), dan (d). Apabila gambar (c), (d) dan (e) dibandingkan dengan gambar (b) maka terlihat perbedaan , dimana gambar (b) lebih banyak mengalami proses korosi dibanding yang lainnya.

Reaksi: