ELIZABETH BATHORY DRAKULA PEREMPUAN

Tuesday, March 28, 2017



Lebih kurang 80 tahun setelah kematian ‘Count Dracula’ dalam peperangan terakhirnya dengan bala tentara Kerajaan Turki,lahir seorang bayi perempuan di sebuah daerah di Hungaria. Bapaknya adalah keturunan bangsawan Transylvania,salah seorang dari mereka pernah menjadi Voivode,yaitu golongan pegawai tinggi di Transylvania ketika di bawah pengaruh Kerajaan Hungaria. Keluarga sebelah ibunya pula mempunyai reputasi sebagai Voivode dan Duke di Transylvania dan sepupunya Stefan Bathory adalah raja Persekutuan Polandia-Lithuania. Menariknya,salah satu moyangnya adalah sekutu dari Vlad III ‘Count Dracula’ ketika pertempuran melawan Turki dan sekutu Wallachia mereka yang menjadi penyebab kematian ‘Count Dracula’ itu.


Nama penuhnya adalah Countess Elizabeth Báthory de Ecsed . Ecsed adalah nama keturunan bapaknya dan Bathory adalah silsilah sebelah ibunya. Elizabeth banyak menghabiskan masanya di istana keluarganya yaitu Istana Ecsed sebelum menikah dengan Ferenc Nádasdy, anak dari baron Hungary.Dia kemudian berpindah ke Istana Nádasdy,mahligai agam milik keluarga baron itu di Sarvar,Hungary.

Di istana itu ,Elizabeth mulai merasa kesepian,apabila selalu ditinggalkan suaminya yang melanjutkan pelajarannya ke Vienna. Sebagai hadiah pernikahan mereka, suatu hari Elizabeth dihadiahi oleh suaminya sebuah istana,Istana Čachtice. Istana itu dikelilingi oleh kawasan pertanian dan perkampungan .Di sini bermulai kisah ‘Bride of Dracula’ itu.

Pada tahun 1578,suaminya dilantik menjadi ketua pasukan dalam tentara Hungaria dalam kampanye peperangan melawan Kerajaan Turki.. Elizabeth ditinggalkan untuk mengurus ladang dan urusan harta suaminya serta urusan masyarakat di perkampungan sekitar seperti menjaga pembayaran gaji dan kebaikan.

Kisah-kisah di dalam istana misteri itu sepeninggalan suaminya kurang diketahui orang ramai.Elizabeth dihormati masyarakat sekeliling sebagai anak bangsawan dan wanita yang terpelajar yang menguasai 4 bahasa. Kisah-kisah ‘darkside’ Elizabeth terbongkar apabila banyak anak bangsawan bawahan hilang.Walau sebelum itu  banyak kehilangan anak-anak gadis di perkampungan sekitar namun disenyapkan karena pengaruh dan birokrasi Elizabeth yang kuat di sekitarnya.

Elizabeth kemudian dituduh sebagai puncak kehilangan dan pembunuhan banyak gadis di Sarvar dan beberapa harta tanahnya. Kononnya terdapat daftar lebih 650 nama anak-anak gadis yang kebanyakannya adalah bangsawan bawahan,belum lagi gadis-gadis petani miskin yang bekerja di istana atau diculik dan diberi kepada Elizabeth oleh pihak ketiga. Misteri kehilangan gadis-gadis itu telah merebak dan menggemparkan seluruh Hungaria sehingga mendesak Maharaja Kerajaan Roman Suci bertindak.

György Thurzó,Palatine (sama pangkat dengan wakil raja) bagi kerajaan Hungaria telah diarahkan rancangan. Setelah mengumpulkan bukti,tentara menyerbu istana ‘Countess Dracula’ tersebut. Alangkah terkejutnya mereka melihat mayat-mayat gadis di dalam istana, ada yang terbaring di atas meja makan,ada yang terikat di tiang dengan kulitnya disayat dan di dalam penjara terdapat sekumpulan lagi yang sedang menunggu untuk dibunuh. Di tab mandi,penuh dengan darah dengan gadis sedang mat terendam di dalamnya. Ini adalah benar-benar ‘Untold Story’ bagi penduduk Sarvar. Istana agam itu sebenarnya adalah tempat tinggal ‘kuntilanak’.

Cerita di sebaliknya terbongkar;kesepian hidup wanita bangsawan itu karena sering ditinggalkan suami telah menyebabkan dia terlibat dengan skandal beberapa laki-laki. Kemudiannya,dia mulai menjadi biseksual-mulai meminati gadis-gadis muda disamping tetap menjalin hubungan dengan lelaki. Melalui salah seorang pembantu wanitanya,dia mula mempercayai Satanisme dan ritual seks.

Apabila umurnya melewati 40-an,dia mula trauma dengan kehilangan kecantikannya.Mulai dengan trauma ini,dia mula membunuh gadis-gadis muda apabila percaya bahawa darah anak gadis adalah penawar kepada kecantikannya yang mulai luntur.Setelah suaminya meninggal dunia,dia semakin bebas membunuh gadis-gadis petani miskin,setelah itu mula merebak kepada anak-anak gadis bangsawan bawahan.

Legenda mengatakan darah para gadis itu dibuat mandi,biasanya terisi penuh di dalam tab mandi. Elizabeth akhirnya didapati bersalah dan dipenjarakan di dalam istananya sendiri. Dia sempat hidup selama empat tahun di dalam tahanan  sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 21 Agustus 1614 di usia 54 tahun.

Penggambaran sadis dan kekejamannya banyak menginspirasi lewat sejarah.Pada tahun 1982,Venom,sebuah band heavy metal British telah merekamkan lagu berjudul ‘Countess Bathory’ merujuk kepada perempuan sadis itu. Sebuah band black metal,Cradle of Filth telah mengeluarkan album keluaran tahun 1998,’Cruelty and the Beast’ yang memaparkan seorang wanita berendam di dalam sebuah tab mandi yang dipenuhi darah.


Reaksi: