Film "SILMIDO" dan Kisah Unit Khusus 684

Monday, March 13, 2017



Unit 684 dibentuk setelah peristiwa gagalnya percobaan pasukan komando Korea Utara unit 124 untuk membunuh Presiden Korea Selatan Park Chung Hee pada 21 Januari 1968. Insiden tersebut mengakibatkan 32 orang tewas, termasuk 4 anggota marinir AS. Setelah insiden tersebut, presiden Korea Selatan menyuruh menteri pertahanannya membentuk satu unit paling rahasia yang dilatih khusus untuk membunuh Kim Jong II. Bukan anggota tentera reguler Korea Selatan yang dicari untuk dijadikan anggota khusus ini tetapi diambil dari narapidana-narapidana yangg akan dihukum mati karena kasus kriminal berat seperti pembunuhan dan perampokan bersenjata.

Para narapidana dipilih secara acak dan terpilihlah 31 narapidana. Ke 31 narapidana yang terpilih langsung dikirim ke pulau terpencil tak berpenduduk di Pulau Silmido di barat Korea Selatan. Sampai disana, mereka dilatih sebagai pembunuh. Latihan keras diberikan tanpa belas kasihan. Semasa latihan, 7 narapidana tewas akibat latihan yang terlalu keras, bahkan adakalanya diperlakukan layaknya binatang. 

Setelah menjalani latihan keras di Silmido, rupa-rupanya terdengar kabar kalau unit 684 tersebut akan dibubarkan disebabkan hubungan Korea Selatan dan Korea Utara semakin positif. Akhirnya kabar pembubaran itu dapat diketahui dan dipastikan oleh anggota unit 684.  Setelah menjalani latihan brutal hingga memakan korban tewas, tiba-tiba mereka akan dibubarkan begitu saja ?. Ditambah lagi mereka sudah dianggap "Mati" saat dipilih untuk pelatihan oleh pemerintah Korea Selatan sehingga untuk mendapat kehidupan normal sudah tentu tidak mudah. 

Akhirnya pembatalan pembunuhan Kim Jong II membuat anggota unit 684 ingin memberontak untuk membalas segala kepedihan yang mereka jalani selama latihan yang diluar batas kemanusiaan dan ditambah lagi mereka mendengar kalau anggota unit 684 akan dibunuh semua untuk menutup misi membunuh Kim Jong II tidak tersebar secara umum. Pada 23 Agustus 1971 anggota unit 684 berhasil meloloskan diri dari Pulau Silmido setelah berhasil membunuh para penjaga mereka yang terdirianggota angkatan  udara dan angkatan laut Korea Selatan dan kemudian mereka merampas bus untuk tujuan utama, menemui presiden Korea Selatan di Seoul.


Rencana mereka bertemu dengan presiden Park dan ingin kejelasan mengapa mereka diperlakukan begini, tetapi ada juga yang mengatakan kalau bukan tujuan utama mereka menemui presiden tetapi anggota 684 ingin membuat kekacauan di Seoul, ada juga yang berpendapat kalau mereka ingin membunuh Presiden Park yang telah membuat mereka seperti itu. Aksi anggota unit 684 ini pun dihalau oleh tentara Korea dan polisi Korea di pinggir kota Seoul di Dongjak-ju. Bus unit 684 pun ditembaki , ada yang terluka dan masih hidup namun tetap ditembak sampai mati untuk menutup rahasia tentang unit 684. Walaupun sebagian besar anggota unit 684 sudah tewas, tapi sisanya masih bertahan dari kepungan tentara dan polisi. Ada seorang perwira tentera Korea menawarkan diri untuk membuat perundingan untuk mencegah penghapusan unit 684 tersebut, tetapi ia dihalang oleh pasukan yang mengepung disekitar bus itu
. 4 anggota unit 684 membunuh diri dengan granat di dalam bus dan 4 selamat dalam insiden itu dibawa ke mahkamah militer tanpa pembelaan yang jelas dan didakwa tanpa pengacara pembela yang akhirnya 4 anggota unit 684 itu dihukum mati.

Tahun 2003, sebuah film berjudul "Silmido" dari unit  684 ini ditayangkan, namun hampir dilarang di Korea Selatan, tapi akhirnya diizinkan itu pun beberapa adegan terpaksa diubah atas nasehat pihak pemerintah Korea Selatan. Tahun 2009 beberapa keluarga  dari unit 684 menuntut ganti rugi dari pemerintah Korea Selatan, tapi mereka hanya dilayani secara "dingin" oleh pemerintah Korea Selatan. Sampai kini beberapa orang dan juga keluarga anggota unit 684 menuntut keadilan dan mempertanyakan mengapa unit 684 sanggup melakukan serangan "bunuh diri" mereka tanpa sebab yang jelas dan menggangap pemerintah  Korea selatan membunuh semua anggota unit 684.





Reaksi: