Fungsi Negara dalam Bela Negara

Friday, March 22, 2019


Fungsi Negara Dalam Kaitannya Dengan Upaya Bela Negara

Permbaca pasti tidak berkenan ketika barang berharga dan yang sangat disayanginya diganggu atau diambil alih oleh orang lain tanpa ijin terlebih dahulu. Apalagi masalah wilayah suatu Negara pasti rakyat atau warganya akan berusaha sekuat tenaga dan kemampuannya untuk dapat mempertahankan dari Ancaman Terhadap Kedaulatan Negara. Keutuhan wilayah suatu Negara sangat penting karena wilayah Negara digunakan sebagai tempat hidup warganya. .Dapat dibayangkan seperti apa kehidupan orang tanpa memiliki Negara. 

Thomas Hobbes pernah melukiskan kehidupan manusia sebelum adanya Negara seperti berikut :
“ Manusia merupakan serigala bagi manusia lainnya” (Homo Homini Lupus) dan “Perang manusia lawan manusia” (Bellum Omnium Contra Omnes).

Dari uangkapan Thomas Hobbes tersebut dapat dibayangkan betapa dalam kehidupan jauh dari ketentaraman dan kedamaian , dimana-mana timbul pertengkaran dan kekacauan mewarnai setiap sudut kehidupan. Manusia dalam kehidupannya memerlukan rasa aman, damai, dan tertib sehingga dapat menjalankan aktivitas kesehariannya dengan baik. Untuk itu diperlukan suatu Negara. Jadi, keberadaan Negara sangat penting bagi rakyat (warga Negara) sehingga wajar rakyat akan marah ketika Negara diganggu oleh pihak lain . Lebih-lebih jika pihak lain itu bermaksud merebut atau menguasai Negara kita, maka kita sebagai warga Negara Indonesia tentu tidak akan membolehkannya. Dengan pernyataan lainm warga Negara akan melakukan bela Negara untuk mempertahankan kedaulatan. Oleh karena itu melakukan bela Negara penting dilakukan oleh setiap warga Negara Indonesia , yakni untuk mempertahankan Negara dari berbagai ancaman, untuk menjaga wilayah Negara, merupakan panggilan sejarah , dan merupakan kewajiban setiap warga Negara.

Warga Negara melakukan bela Negara sebagai perwujudan adanya kepentingan timbal balik dengan Negara. Dalam kaitan ini setidaknya Negara memiliki 4 macam fungsi penting seperti dinyatakan oleh Miriam Budiharjo (1986).

Keempat fungsi penting Negara tersebut merupakan fungsi minimum seperti dikemukakan berikut ini :

1. Fungsi penertiban (Law and Order). 

Penertiban harus dilakukan agar tujuan bersama suatu Negara dapat tercapai dan meniadakan adanya bentrokan-bentrokan dalam masyarakat suatu Negara. Dalam hal ini penertiban ditujukan kepada Negara dalam kondisi stabil. Dengan pernyataan lain, Negara harus melaksanakan penertiban atau bertindak sebagai stabilisator.

2. Fungsi kesehjahteraan dan kemakuran

Rakyat harus ikut campur tangan dan bersatu padu serta berperan aktif dalam mencapai kesehjahteraan dan kemakmuran bersama.

3. Fungsi pertahanan. 

Dalam hal ini Negara harus menjaga kemungkinan serangan dari luar dan hal ini bias dilakukan dengan dilengkapi alat-alat untuk pertahanan Negara.

4. Fungsi keadilan. 

Untuk hal ini dilaksanakan melalui badan-badan keadilan.

Lebih lanjut dinyatakan keempat fungsi Negara seperti dituliskan itu merupakan fungsi minimum artinya fungsi Negara bias berkembang lebih luas lagi sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu Negara. Dengan demikian fungsi Negara sesuai dengan tujuan yang hencak dicapai suatu Negara. Kedual hal ini mempunyai hubungan timbal-balik yang saling berkaitan satu sama lain. Di antara keempat fungsi Negara, fungsi pertahanan dan keamanan (ketertiban) memiliki korelasi riil dengan upaya bela Negara. Fungsi pertahanan Negara dimaksudkan untuk menjaga dan mempertahankan Negara dari segala kemungkinan serangan dari luar. Itulah sebabnya untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan kuat dilengkapi dengan alat-alat pertahanan Negara yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) , dan perlengkapannya. TNI terdiri dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Di Era Globalisasi ini TNI telah melakukan upaya untuk memperkuat pertahanan Negara dengan melengkapi peralatan persenjataan canggih yang dikenal dengan sebutan alat utama sistem senjata (alutsista).

Reaksi: