Kisah Kerajaan Melaka

Wednesday, March 29, 2017


Tahukah anda, bahwa Kesultanan Melaka pernah berselisih dan bertempur dengan Kerajaan Annam atau orang Dai Viet (Orang Kuci)? Ya, kekuatan serta pengaruh Melayu Melaka di Asia Tenggara sebenarnya lebih dari yang kita pikirkan. Banyak yang ragu Melaka adalah sebuah kerajaan yang kuat dan berpengaruh malah ada yang berpikir kerajaan Melaka itu tidak ada. Kalau ia tidak ada mengapa catatan asing menulis tentangnya?


Sekitar tahun 1469 dalam catatan China disebut bahwa serombongan utusan dari Melaka yang dalam pelayaran balik dari China telah dipukul ribut dan terkandas di Vietnam. Semua anak kapal ditangkap, ada yang dibunuh malah yang muda dan anak-anak dikebiri oleh orang Vietnam.

Melaka telah melaporkan hal tersebut kepada Maharaja China di tahun 1481, pada awalnya Melaka tidak mau bertindak karena tahu bahwa Vietnam juga adalah negara yang menghantar upeti ke China. Utusan Melaka Duan Ya Ma La Di Na Cha (Tun Seri Nara Diraja?) juga telah melaporkan rencana Vietnam untuk menyerang dan menaklukan Melaka. Sewaktu utusan Melaka berada di China kebetulan utusan dari Vietnam juga turut ada. Hal ini telah menyebabkan  pertengkaran diantara wakil Melaka dengan wakil Vietnam tentang tindakan biadap Vietnam yang telah menculik dan membunuh utusan Melaka sebelum itu.

Mereka berdua ditenangkan oleh salah seorang menteri pertahanan China ketika itu yang menasihati mereka agar melupakan persengketaan karena perkara tersebut telah lama berlalu.
Sebelum kedua utusan tersebut pulang ke negeri masing-masing, Maharaja China telah mengirimkan surat yang mengenai perbuatan Maharaja Vietnam dan menasihatinya agar berbuat baik dengan negara tetangga dan merenungkan kesalahan sendiri.

Manakala Maharaja China telah bertitah kepada utusan Melaka supaya bertindak tegas dan menyiapkan tentara serta kuda perang sekiranya Vietnam tetap mau menyerang Melaka kelak. Dalam sejarah, Maharaja Vietnam yang dimaksudkan diatas adalah Le Than Tong. Pada zaman beliau wilayah kekuasaan Vietnam mencapai sehingga perbatasan Burma. Le juga dikatakan telah menyerang kerajaan Lanxang dengan 90 ribu pasukan namun dalam satu serangan mereka telah kalah dan terpaksa berundur kembali.

Walaupun dalam catatan sejaran Lanxang dan Vietnam tidak pernah menyebut keterlibatan Melaka di dalam perang diantara Lanxang dan Vietnam ini, namun China ada mencatatkannya. Dikatakan bahwa 90 ribu bala tentara Vietnam telah melanggar Lanxang namun mereka berhasil diusir oleh angkatan perang Melaka dan mengakibatkan mereka kehilangan sebanyak 30 ribu nyawa.

Peristiwa ini tercatat didalam kronis China Ming Shilu. Adakah peristiwa ini merupakan tindak balas Melaka terhadap kekejaman yang dilakukan oleh Vietnam sebelum itu? Faktor penentu kekalahan Vietnam ini pastinya adalah karena kehebatan Melaka di medan tempur. Memandangkan tentara Melaka perlu merentas negara Kemboja atau Siam Ayuthia untuk ke Lanxang maka dapatlah disumpulkan bahwa salah satu atau kedua dua pihak ini telah membenarkan bala tentara Melaka melintasi negara mereka karena merasa terancam dengan dasar perluasan kekuasaan Vietnam di sepanjang pemerintahan Maharaja Le Than Tong 1460-97.

Kegagalan besar ini melenyapkan impian Le Than Tong untuk meluaskan lagi kerajannya sekaligus mengesahkan keunggulan Melaka ke atas semua kekuasaan lain di Asia tenggara meskipun jumlah tentera dan penduduk Vietnam lebih besar. Saya percaya kemenangan ini juga dibantu oleh jajahan takluk Melaka yang lain termasuk tentera Siam Ayuthia dan Lanxang sendiri.

Dalam Sulalatus Salatin ada satu kisah mengenai utusan Melaka ke Siam. Dalam peristiwa ini Raja Siam telah meminta bantuan rombongan Melaka untuk berperang dengan musuh mereka di wilayah sebelah matahari jatuh atau barat. Namun Tun Telanai membuat supaya mereka dapat berperang dengan musuh yang berada di kedudukan matahari naik atau timur.

Jika dilihat peta kerajaan-kerajaan lama zaman tersebut didapati kerajaan Lanxang memang berada di sebelah timur Siam iaitu di Laos sekarang. Dalam catatan sejarah Vietnam, Ayuthia atau Siam juga pernah berada dibawah taklukan Vietnam untuk beberapa ketika pada zaman Le Than Tong. Adakah peristiwa ini adalah peristiwa dimana tentara Melaka berhasil mengusir 90 ribu tentera Vietnam yang menyerang Lanxang seperti dalam kronis China tersebut? Wallah hu 'lam. Saya belum mendapat jawaban yang pasti.

Namun apa yang pasti adalah hubungan diantara orang Melayu dengan kerajaan di Indochina atau Lanxang sebenarnya bukan hal baru dan bukan kebetulan. Orang Melayu semenanjung sebenarnya telah lama berada di tanah besar asia tenggara dan bukannya berasal dari Sumatera. Sebagian besarnya berada di Indochina dan Segenting Kra, dan mereka membina kebudayaan dan peradaban di Negara kota-negara kota mereka.

Orang Melayu yang membentuk Langkasuka bukanlah Melayu Sumatera. Langkasuka ada kaitan dengan Funan, dan orang Melayu semenanjung pada zaman purba mempunyai hubungan dengan Khmer, Pyu, Mon, Burma, Dai-Viet, Lao dan Tai.

Jadi boleh dikatakan bahawa Melayu semenanjung kebanyakannya berasal dari Indochina, Segenting Kra hingga ke utara Malaysia. Sebab itu kita lihat orang Kedah-Perlis dan Kelantan-Pattani mempunyai loghat yang sangat kentara dan unik. Berbalik kepada negeri Lanxang, dalam Hikayat Merong Mahawangsa ada menceritakan mengenai pembukaan sebuah negeri di Indochina. Apa yang menariknya adalah negeri tersebut bernama Siam Lancang, sebutan Lancang saling tak tumpah seperti sebutan negeri Lanxang yang kita bincangkan tadi.

Negeri Siam Lancang dibuka oleh anak Raja Merong Mahapudisat yang paling tua, bersama-sama Pra Chisim dan isterinya Nang Sutaman, pemerintah bangsa raksasa. Bagi saya gelaran raksasa ini adalah pengkelasan orang Melayu zaman itu untuk satu kaum lain yang lebih ‘barbar’ atau berbeda dengan mereka, seperti orang China zaman imperial yang menggelarkan semua bangsa dari Negara luar sebagai barbarian atau hantu.

"Setelah didengarnya oleh Raja Merong Mahapudisat sembah menteri itu,"Jikalau demikian hendaklah saudara kerahkan segala kaum raksasa himpun sekaliannya dan panggil penghulu Pra Chisim dan penghulu Nang Sutaman itu ke mari,kita beri ia pergi bersama-sama anak kita dan orang kita Melayu,setengah kita suruh pergi bersama anak kita yang tua ini kita antarkan ke hulu di sebelah utara barat laut.Maka tanah bumi itu lanjut jauh jua perjalanannya"

"...Maka di situlah sekalian berbuat istana dengan kota parit serta dihimpunkan segala orang yang duduk bertaburan pecah belah itu. Maka di satukan sekaliannya, maka menjadi besarlah. Maka dinamai negeri itu Siam Lancang, tempat membuat kota istana itu.."
Dalam Hikayat Merong Mahawangsa juga disebut bahawa perjalanan dari utara semenanjung ke Siam Lancang itu mengambil masa 200 hari perjalanan (berjalan kaki), yaitu kira-kira 6 bulan. Bagi pendapat saya tempo ini adalah wajar karena terpaksa melalui hutan dan bukit di tengah-tengah tanah besar Asia Tenggara bersama pengikut yang ramai. Saya yakin wilayah dimana kerajaan Lanxang yang dibentuk sekitar 1354 itu adalah sama dengan negeri purba Siam Lancang dalam Hikayat Merong Mahawangsa.

Dan yang lebih menarik adalah pemerintah pertama Lanxang iaitu Fa Ngum diberi gelar "Phragna Fah-La-Thorani Sisatanakanahud". Gelar ini sebenarnya sebutan Lao kepada "Pongna Prah Dharnindra Sri Santan Naga Nahud" di dalam bahasa Sanskrit. Gelaran "Sri Santan Naga" itu juga sebenarnya berasal dari gelaran raja-raja Melayu Champa! Seorang raja Melayu Champa bernama Simha Jayavarman memakai gelaran 'Sri Siantan'.

Malah di Laos ada tempat yang bernama Champasak. Ini menunjukkan bahwa memang wilayah Laos atau Lanxang pernah diduduki oleh rumpun Melayu sebelum kedatangan Fa Ngum. Mungkin Fa Ngum telah membina Lanxang setelah mengalahkan raja Melayu terakhir di wilayah Siam Lancang itu kemudian membuat kerajaannya sendiri. Ini karena ketika itu juga kerajaan Sukhotai juga sedang meluaskan pengaruhnya dan sedang menawan negeri-negeri Mon-Khmer dan Melayu di sekitar benua Siam.

Seperti biasa, kebudayaan awal negeri-negeri Tai akan meniru / mengasimilasikan kebudayaan negeri-negeri yang ditakluknya. Untuk mengetahui kebudayaan bangsa Tai yang sebenarnya, kita perlu lihat budaya suku Zhuang di China dan Shan di Myanmar. Budaya orang Tai sebenarnya adalah budaya suku kaum bukit yang berasal dari tengah China dan bukan seperti yang kita lihat di Laos dan Thailand sekarang. Jadi jika kita tahu sejarah kuno orang-orang melayu di Indochina, kita tidak akan aneh jika Melaka mampu untuk mengerahkan tentaranya hingga ke Laos dan mengalahkan tentara Vietnam yang terkenal kuat itu. Sekian.



Reaksi: