Pengujian Minyak dan Lemak secara Kimia

Saturday, March 18, 2017



PENGUJIAN MINYAK ATAU LEMAK

Pengujian minyak atau lemak secara kimiawi telah sejak lama dikerjakan. Pengujian ini didasarkan pada penelitian atau penetapan bagian tertentu dari komponen kimia minyak atau lemak. Pengujian - pengujian minyak atau lemak tersebut meliputi hal-hal berikut:



1. Total Minyak Atau Lemak

Penetapan minyak atau lemak total dilakukan dengan mengekstraksi bahan yang diduga mengandung minyak atau lemak. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut eter atau pelarut minyak lainnya, setelah contoh uji bebas air dan dihancurkan dengan cara digiling.

2. Bilangan Penyabunan

Bilangan penyabunan adalah jumlah miligrarn KOH yang diperlukan untuk menyabunkan satu gram minyak atau lemak. Apabila sejumlah contoh minyak atau lemak disabunkan dengan larutan KOH berlebihan dalarn alkohol maka KOH akan bereaksi dengan trigliserida, yaitu tiga molekul KOH bereaksi dengan satu molekul minyak atau lemak. Larutan alkali yang tertinggal ditentukan dengan titrasi menggunakan asarn, sehingga jumlah alkali yang turut bereaksi dapat diketahui. Dalam penetapan bilangan penyabunan biasanya larutan alkali yang digunakan adalah larutan KOH, yang diukur dengan hati-hati ke dalarn tabung dengan menggunakan buret atau pipet.



Campuran minyak atau lemak dengan larutan KOH dididihkan pada pendirigin alir-balik sampai terjadi penyabunan yang lengkap, kemudian larutan KOH yang tersisa ditetapkan dengan jalan titrasi dengan larutan HCl 0,5 N. Bilangan penyabunan dapat ditetapkan dengan jalan mengurangkan jumlah mili equivalen larutan alkali beralkohol yang dipergunakan, dikalikan dengan berat molekul dari larutan alkali tersebut dibagi dengan berat contoh dalam gram. Berat molekul untuk larutan KOH adalah 56,1: sedangkan berat molekul larutan NaOH adalah 39,9.




3. Bilangan Iod

Bilangan lod adalah jumlah (gram) iod yang dapat diikat oleh 100 gr lemak. lkatan rangkap yang terdapat pada asarn lemak yang tidak jenuh akan bereaksi dengan iod atau senyawa-senyawa iod. Gliserida dengan tingkat ketidakjenuhan yang tinggi, akan mengikat iod dalam jumlah yang lebih besar. Bilangan iod (ditetapkan dengan melarutkan sejumlah contoh minyak atau lemak (0,1 sampai 0,5 gram) dalam kloroform atau karbon tetraklorida. kemudian ditarnbahkan halogen secara berlebih an. Setelah didiarnkan pada tempat yang gelap dengan periode waktu yang dikontrol, kelebihan dari iod yang tidak berekasi diukur dengan jalan mentitrasi larutan campuran tadi dengan larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3). Pada cara Hanus. Larutan standar iod dibuat dalam asam asetat glasial yang tidak hanya mengandung iod saja, tetapi juga mengandung iodine bromide yang akan mempercepat jalannya reaksi pengikatan iod oleh ikatan rangkap. Reaksi dari lod yang berlebihan tersebut adalah sebagai berikut:




Titik akhir titrasi dinyatakan dengan hilangnya warna biru dengan indikator amiliurn. Bilangan lod dapat menyatakan derajat ketidakjenuhan dari minyak atau lemak dan dapat juga dipegunakan untuk rnenggolongkan jenis minyak "pengaring” dan minyak “bukan pengering”. Minyak "pengering" mempunyai bilangan lod yang lebih dari 130. Minyak yang mempunyai bilangan lod antara 100 sampai 130 bersifat setengah mengering.

4. Bilangan Asam

Bilangan asam adalah jumlah miligram KOH yang dibutuhkan untuk menetralkan asam-asam lemak bebas dari satu gram minyak atau lemak. Bilangan asam dipergunakan untuk mengukur jumlah asarn leinak bebas yang terdapat dalam minyak atau lemak. Caranya dengan melarutkan sejumlah minyak atau lemak dalam alkohol-eter dan diberi indikator phenolphthalein. Kemudian dititrasi dengan larutan KOH 0,5 N sampai terjadi perubahan warna inerah jambu yang tetap. Besarnya bilangan asam tergantung dari kemurnian dan umur minyak atau lemak tadi.

Reaksi: