Penjelasan Apa itu Seksi Sirkulasi dalam industri

Friday, March 10, 2017


Seksi Resirkulasi berfungsi untuk mengambil kembali reaktan yang tidak terkonversi dan mengembalikannya lagi ke Seksi Sintesa. Pengambilan reaktan dengan penguraian Carbamate menjadi CO2 dan NH3 dengan cara ekspansi dari tekanan Sintesa (145 kg/cm2) menjadi 4,2kg/cm2sebelum

 Akibatnya Carbamate akan terurai menjadi NH3 dan CO2 diikuti dengan penguapan air. Panas ini diambil olehlarutan itu sendiri.Sehingga temperatur larutan akan turun dari 172 oC hingga 122 oC dan konsentrasi urea dalam larutan meningkat dari 56% menjadi 65%.

Proses di Seksi Resirkulasi meliputi 2 tahap :
1. Penguraian Carbamate di Rectifying Column
2. Kondensasi Carbamate di Low Pressure Carbamate Condenser 

Larutan Urea - Carbamate keluar dari bagian HP Stripper diekspansikan melalui LV-202 sampai tekanan 4,2 kg/cm2 sehingga Carbamate akan terurai menjadi NH3 dan CO2 diikuti dengan penguapan air. Panas ini diambil oleh larutan itu sendiri.Sehingga temperatur larutan akan turun dari 172 oC hingga 122 oC dan konsentrasi urea dalam larutan meningkat dari 56% menjadi 65%

Campuran gas didistribusikan didalam Rectifying Column. Selanjutnya turun keHeater Resirculation (E-302) dipanaskan hingga suhu 136 oC menggunakan  Steam Low Low (SLL) yang masuk melalui shell side, sedangkan larutan urea 65% melewati tube side. Dari Heater Resirculation larutan urea masuk separator , di separator fase gas dan cairan akan terpisahkan Larutan urea akan semakin pekat (sekitar 68%) dan akan terjadi overflow menuju Atmospheric Flash Separator (S-304) secara gravitasi. Gas – gas NH3, CO2 serta uap air yang keluar dari Heater akan bertemu dengan larutan urea yang lebih dingin suhunya di tumpukan Pall Ring yang ada di Top Rectifying Column untuk memperluas bidang kontak. Pada Atmospheric Flash Separator(dari 3 kg/cm2 – tekanan atmosfer) di Atm. Flash Separator (S-304) mengakibatkan konsentrasi urea naik menjadi 74-75% yang secara gravitasi akan mengalir menuju Urea Solution Tank (T-302). Temperature urea solution akan turun dari 136 °C menjadi 85 °C. Uap air dan gas – gas outlet Separatorakan menuju Seksi Evaporasi.

Gas – gas yang keluar dari Rectifying Column yang masih mengandung CO2, NH3, uap air serta sedikit sekali N2akan dikondensasikan di dalam LP Carbamate Condenser. Di line inletLPCC, gas – gas tersebut akan bertemu dengan NH3segar yang dikendalikan flow rate nya. Ratio NH3 dan CO2 di LPCC dijaga sekitar 2.0 – 2.3 agar konsentrasi air yang di kirim ke sintesa seminimum mungkin. Ratio tersebut dijaga dengan mengatur flow ammonia sesuai dengan rate sintesa. Ammonia Water dengan konsentrasi yang lebih rendah (sekitar 29% NH3) yang berasal dari proses WWT dan Ammonia Water dari NH3 Water Tank (T-703) masuk ke dalam LPCC sebagai feed bersama – sama dengan outlet Rectifying serta NH3 fresh. Process Condensate juga dimasukkan ke LPCC untuk menjaga agar konsentrasi Ammonium Carbamate pada kondisi optimum (tidak mengkristal). Di LPCC, gas – gas dan uap air akan didinginkan sehingga terkondensasi menjadi Carbamate. Panas kondensasi diambil dari air pendingin (Sweet Cooling Water)yang dipompakan oleh P-306 A/B. Larutan Carbamate yang dihasilkan akan mengalir menuju Flash Tank (V-301). Gas dan liquidnya akan terpisah. Gas outlet top V-301 akan diserap lagi NH3 dan CO2 yang masih dapat dimanfaatkan di unit LP Absorber. Sedangkan liquid outlet V-301, dipompakan oleh HP Carbamate Pump (P-301 A/B) menuju MP Gas Scrubber.Jumlah yang dipompakan disesuaikan dengan rate operasi untuk menjaga rasio N/C di Synthesa tetap optimum.
 

Reaksi: