Uraian Waste Water Treatment Proses

Saturday, March 11, 2017



Seksi (Waste Water Treatment) WWT ini berfungsi untuk mengambil kembali NH3,CO2 dan Urea yang masih terkandung dalam proses kondensat untuk diolah kembali di seksi Resirkulasi.
Peralatan Utama yang digunakan adalah : 
1. 1st Desorber (P2-C-801)

2. 2ndDesorber (P2-C-802)

3. Hydrolizer (P2-C-803)

4. Reflux Condensor (P2-3-804)

Di dalam unit ini hampir semua sisa NH3,CO­2, dan urea dipisahkan dari proses kondensat . Pengolahan ini dilakukan sehingga kondensat yang telah dimurnikan akan dibuang ke sewer mengandung maksimum 5 ppm berat NH3 dan 5 ppm berat urea untuk menjamin kebersihan lingkungan dan mengambil kembali reaktan yang berharga.

Pengolahan air buangan dilakukan 4 langkah :

1. Pemisahan NH3 dan CO2  dari proses kondensat di desorber tingkat 1 (P2-C-801)

2. Pemisahan urea di hidrolizer (P2-C-803)

3. Pengambilan NH3 dan CO2 dengan cara desorbsi pada desorber tingkat II (P2-C-802)

4. Mengkondensasikan gas-gas dalam reflux condenser (P2-E-804).

Semua proses kondensat dari Evaporator Condenser yang mengandung NH3, CO2 dan Urea dikumpulkan dan ditampung dalam Ammonia Water Tank (P2-T-703). Serta semua gas yang di-vent dari beberapa tempat diserap didalam LP Absorber (P2-C-305) untuk diambil sisa NH3 yang masih ada didalam gas yang pada akhirnya akan ditampung juga di dalam Ammoia Water Tank.

Ammonia Water ini kemudian diproses dalam dua Desorber (P2-C-801/802) dan Hydrolizer (P2-C-803) untuk diambil kembali hampir semua komponen yang terkandung.Sehingga diharapkan larutan mengandung 99.99 – 100% H2O. Gas – gas NH3, CO2, uap air hasil desorbsi dan hidrolisa tersebut keluar dari Top 1st Desorber (P2-C-801) dan akan di kondensasikan di Reflux Condenser (P2-E-804). Carbamate encer yang dihasilkan dikembalikan ke seksi resirkulasi (LPCC) melalui Reflux Pump (P2-P-802 A/B). Sedangkan larutan (ammonia water) yang telah mengalami proses keluar dari Bottom 2nd Desorber (P2-C-802) kemudian didinginkan di 1st Desorber HE (P2-E-802) dan Start Up Cooler (P2-E-801) sebelum ditampung di Process Condensate Tank (P2-T-701).

Ammonia Water Tank ini terdiri dari dua bagian kecil dan satu bagian besar. Kondensat dari Condenser Evaporator dimasukkan ke bagian I, lalu dikirim ke dalam MP Absorber (P2-C-201) melalui MP Absorber Cooler (P2-E-206) menggunakan pompa umpan MP Absorber (P2-P-705 A/B). Dari MP Absorber air proses dikembalikan ke LP Absorber (P2-C-306) dan Vent Stack (P2-X-801) lalu masuk ke dalam bagian II Ammonia water. Ammonia Water dari bagian II Ammonia Water dari Tangki P2-T-703 dipompa ke 1st Desorber menggunakan pompa P2-P-703 A/B. Sebelum diumpankan ke 1st Desorber, Amonia Water dipanaskan terlebih dahulu di 1st Desorber HE (P2-E-802) dari temperature 62 °C menjadi 102 °C menggunakan  Condensate yang keluar dari bagian bawah 2nd Desorber (P2-C-802). Di dalam 1st Desorber yang dilengkapi dengan 15 tray ini cairan mengalir turun, kemudian dipanasi hingga 142 °C pada tekanan sekitar 2,5 kg/cm2 menggunakan Steam LL yang mengalir naik dari 2nd Desorber dan Steam ML yang keluar dari Top Hydrolizer sehingga kandungan Amoniaknya turun.

Dari bagian bawah (bottom) 2nd Desorber, cairan yang masih mengandung sejumlah NH3 dan Urea diumpankan ke dalam Hydrolizer (P2-C-803) menggunakan Hydrolizer Feed Pump (P2-P-801 A/B) melalui Hydrolizer HE (P2-E-803 A/B). Di dalam penukar panas ini, umpan dipanasi sampai 185 °C oleh cairan yang keluar dari Hydrolizer (P2-C-803) itu sendiri.Suhu cairan didalam Hydrolizer dinaikkan menggunakan steam SML 20 kg/cm2.Untuk memperoleh kontak yang baik, Hydrolizer dilengkapi dengan 19 tray dengan lubang-lubang di permukaannya.Selama waktu tinggal, Urea terurai menjadi CO2 dan NH3, sedangkan gas yang terbentuk dialirkan ke Bottom 1st Desorber. Larutannya dikirim ke bagian atas 2nd Desorber melalui Hydrolizer HE (P2-E-803 A/B) yang dipergunakan untuk memanaskan larutan yang akan ke Hydrolizer. Suhu Condensate keluar Bottom Hydrolizer akan turun menjadi 156 °C .Cairan yang masuk ke Desorber II mengalir turun dan dikontakkan  dalam 21 tray dengan Steam yang naik sehingga kandungan NH3 dan urea dapat diturunkan sampai dibawah 5 ppm pada outlet Desorber II. Air dari bagian bawah Desorber II mengandung tidak lebih dari 5 ppm amoniak dan 5 ppm urea serta mempunyai suhu 145 oC, dikirim ke Waste Water Tank melalui alat penukar panas Desorber. Uap di bagian atas Desorber dikirim ke reflux condensor, diinginkan di tahap ini seluruhnya terkondensasi. Sejumlah besar proses kondensat dari pompa umpan Desorber dapat dimasukkan ke Reflux Condenser untuk menaikkan effisiensi. Cairan dari reflux condenser overflow ke level tank Reflux Condenser, yang selanjutnya diumpankan ke LP Carbamate Condensor.

Reaksi: