Musu' Selleng dan Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan

Sunday, April 2, 2017


http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/pasukan-pengawal-istana-kerajaan-gowa-balla-lompoa-_160912145028-462.jpg
Istana Tamalate dan Pasukan Pengawal istana Kerajaan Gowa, Sungguminasa, Sulawesi Selatan.

Ketika memuncaknya ambisi Gowa untuk menguasai Bone, sejalan dengan polotik ekspansionisme dengan memakai kedok untuk penyeberan islam yang dipimpin langsung oleh Raja Gowa XIV "I. Manga'rangi Daeng Manra'bai Sultan Alauddin bersama mangkubuminya "I. Mallingkaang Daeng Manyonri" yang datang ke Bone dikawal 20.000 orang pasukannya untuk memaksa rakyat Bone supaya menerima islam.

Tetapi rakyat dan ade' pitue di Bone menolak ajakan itu, meskipun raja Bone ke XI La Tenriruwa Sultan Adam Matinroe ri Bantaeng sudah memeluk islam sebelum kedatangan raja gowa.
 
Karena rakyat dan ade' pitue di Bone menganggap bahwa hanyalah suatu taktik yang dijalankan oleh gowa dengan kedok penyebaran islam dengan tujuan untuk menguasai Bone, sehingga rakyat dan ade' pitue menolak ajakan raja gowa itu, karena melihat Soppeng dan Wajo yang sudah menerima islam dari Gowa, kedua kerajaan ini dijadikan palili berada dibawah kekuasaan Gowa.

Itulah sebabnya rakyat dan ade' pitue di Bone menolak untuk menerima agama islam seperti yang disampaikan oleh Sultan Alauddin. Karena penolakannya itu, maka terpaksa Bone diserang dengan mebumi hanguskan semua rumah-rumah penduduk yang ada di Lalebbata (ibukota kerajaan Bone).
Menyebabkan Raja Bone La Tenripale yang baru menggantikan La Tenriruwa Sultan Adam, terpaksa menyerah kalah dari gowa, barulah rakyat Bone menerima agama islam dari Gowa.

Sebagai konsekwensi dari kekalahan itu, maka kerajaan Bone dijadikan status palili (bagian/vassal) dibawah kekuasaan Gowa sejak tahun 1611.

Program islamisasi yang dilancarkan Gowa sejalan dengan politik ekspansionisme (Suppa, Suwitto, Rappang, Sidenreng) dan berikutnya Soppeng, Wajo dan Terakhir Bone.

Untuk mensukseskan programnya itu gowa menyiapkan angkatan perangnya dalam jumlah yang besar dan tangguh, sehingga pada saat mengajak Soppeng (1609) dan Wajo (1609) menerima islam dengan tekanan untuk militer, kedua kerajaan ini tanpa banyak perlawanan mereka tunduk untuk menerima islam, kecuali hanya kerajaan Bone yang paling terakhir menerima islam setelah kalah melalui perang islam pada tahun 1611.

Selama lebih setengah abad lamanya Gowa menyerang Bone sejak tahun1562 mulai dari raja gowa X samapi raja Gowa XIV, barulah raja Gowa XIV yang berhasil menaklukkan Bone pada tahun 1611 melalui perang islam dan berhasil menjadikan Bone sebagai kerajaan palili selama 32 tahun, selama itu Bone berada dibawa kontrol Gowa sejak tahun 1611 sampai 1643.

La Tenripale selaku raja bone XII yang bergelar sultan Abdullah menerima islam langsung dari raja Gowa XIV Sultan Alauddin pada tanggal 23 november 1611 M. di Tallo dalam wilayah kerajaan gowa dari pada di Bone, dengan pertimbangan selain untuk memperdalam pengetahuan islam dari gurunya Dato' Ri Bandang, juga merasa dekat dengan Gowa sebagai kerajaan atasan yang sewaktu-waktu akan memberikan laporan jika diperlukan.

Reaksi: