Inilah 5 Penyakit yang Muncul Lagi Akibat Global Warning !

Friday, May 26, 2017


Temperatur lebih hangat berarti virus yang telah membeku bisa saja meleleh, serangga yang membawa penyakit boleh bepergian lebih jauh sehingga penyebaran penyakit akan menjadi lebih luas. Berikut ini 5 penyakit yang dipicu oleh adanya perubahan iklim bumi.

Antraks













Pada bulan Agustus 2016, seorang anak meninggal dunia di daerah Siberia karena antraks dan sejumlah 20 warga didiagnosa terjangkit bakteri berbahaya ini. Antraks juga membunuh sebanyak 2300 rusa di wilayah itu. Antraks berasal dari bangkai rusa yang mati 75 tahun lalu saat terakhir kali antraks menyebar di Siberia. Bangkai yang biasanya membeku mencair karena naiknya temperatur dan mengaktifkan kembali bakteri yang ada di dalamnya.

Kolera















Menurut pakar ahli penyakit menular Dr. David M. Morens: "Penyakit Kolera berada di dalam peringkat teratas di dalam daftar penyakit yang harus diwaspadai akibat perubahan iklim. Kolera gampang mewabah di temperatur hangat. Jadi semakin hangat bumi kita, semakin berbahaya."

Zika dan Virus Nil Barat


















Nyamuk Aedes aegypti ialah pembawa inang utama virus Zika. Para ilmuwan memberi peringatkan, dengan temperatur yang terus meningkat sebanding dengan kawan tropis, nyamuk akan lebih luas jangkauan di dalam penyebarannya. Menurut hasil studi dari UCLA, hal yang sama terjadi pula dengan penyebaran virus Nil Barat yang dibawa nyamuk Culex.

Penyakit Lyme



















Jumlah penderita penyakit Lyme meningkat drastis. Sebanyak 11.700 kasus dilaporkan tahun 1995, di tahun 2013 jumlahnya meningkat menjadi 27.203. Penyakit bakterial ini menyebabkan demam, kelelahan, ruam kulit, sakit sendi dan komplikasi pada sistem saraf. Udara yang lebih hangat berarti telur caplak akan lebih cepat menetas, sehingga caplak punya kesempatan lebih besar untuk mencari manusia untuk diinfeksi.

Virus Tak Dikenal (UKNOWN)












Semakin banyak virus "kuno" yang terbangun dari tidurnya karena pemanasan global. Sejak tahun 2003 setidaknya ada 4 yang terdeteksi diketahui. Virus terakhir ialah Mollivirus sibericum, virus berukuran raksasa berumur 30.000 tahun lamanya yang hanya menginfeksi organisme bersel tunggal, tidak manusia dan hewan. Walau demikian, ilmuwan memberi peringatan akan kemungkinan munculnya virus patogen baru. 



Reaksi: