Inspiratif !! Kisah Sukses Mantan Tukang Becak Ini Menjadi Pengusaha Garam

Thursday, May 25, 2017



Sukses tidaknya seseorang kadang tidak dipengaruhi dari seberapa tinggi jenjang jabatan atau pendidikan. Nyatanya, banyak orang sukses di dunia ini yang tanpa memiliki gelar ataupun status sosial yang tinggi. Contohnya saja Bill Gates yang pernah di-DO sekolahnya  atau Bob Sadino yang pernah menjadi pedagang kaki lima. Kesuksesan lebih ditekankan di kemauan keras orang itu untuk mengubah nasibnya.

Begitu pun yang terjadi pada tukang becak di kota Cirebon ini. Karena ingin merubah nasibnya dan membahagiakan keluarga, dia lalu mencoba berbagai macam cara agar untuk menjadi kaya dan sukses. Alhasil kini dengan usahanya itu, dia mempunyai laba ratusan juta dan juga puluhan mobil pribadi. Bagaimana kisah suksesnya? Simak ulasan berikut.

Bahkan hampir tak tamat SD dan hanya seorang tukang becak


Sanim, sama dengan para tukang becak lainnya, setiap paginya dia mencari nafkah dengan mangkal di sekitar area pabrik gula Cirebon. Sanim bukan orang yang berpendidikan, dia hanya sekolah sampai Sekolah Dasar saja, itupun tidak selesai,hanyai sampai kelas 4 sd saja. Akhirnya setelah bingung mau bekerja apa, Sanim memilih untuk bekerja menjadi tukang becak hingga dua tahun.

Setiap pagi hingga sore pria ini, Sayangnya kadang penghasilan dari membecak ini seringnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, sehingga Sanim mesti memutar otak untuk mendapatkan tambahan uang. Bahkan tidak jarang Sanim harus selalu utang uang kepada keluarga dan tetangganya karena hasil yang didapatkan sangat sedikit untuk hidup sehari-hari .

Bekerja menjadi buruh pabrik garam


Bersama teman-teman tukang becaknya, Sanim mendaftar sebagai buruh sebuah pabrik yang waktu itu melakukan lowongan besar-besaran. Meskipun tanpa mempunyai pengetahuan dan pengalaman, dia berharap bisa lebih meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan menjadi pegawai pabrik. Meskpun nanti  mungkin dia hanya bias bekerja menjadi kuli angkut pabrik.

Tapi bagi Sanim itu lumayan ketimbang harus membecak karena sekarang sudah sangat jarang ada penumpangnya. Ternyata benarlah apa yang dipikirkan Sanim, lambat laun keuangan keluarganya mulai membaik ketimbang saat membecak dulu. Namun dia memutuskan untuk tidak melanjutkan lama bekerja di sana karena lebih memilih untuk membuka usaha sendiri.

Membuka usaha garam dan sering ditolak pinjaman

Setelah dua bulan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik garam, Sanim memutuskan untuk keluar. Sangat singkat memang, tapi keputusan yang Sanim ambil ini memang berdasarkan alasan yang kuat. Dia sadar potensi bisnis garam ini boleh lebih maju jika dimanfaatkan dengan baik. Atas dasar tersebut pria itu lalu memutuskan untuk membuka usaha garam sendiri. Bersama istrinya dia mendirikan produksi garam di sekitar areal rumah, dengan waktu yang berjalan usahanya pun semakin berkembang.

Namun Sanim pernah terkendala masalah modal yang kurang dan entah tidak tahu harus mencari ke mana. Akhirnya dia memutuskan untuk meminjam di bank, tapi yang ada malah ditolak oleh pihak bank karena keadaan tempat produksinya yang masih bilik dinilai tidak akan menguntungkan. Beruntung ada bank yang mau meminjamkan uang sehingga usahanya itu masih bisa berjalan maju.

Keuntungan 400 juta per bulan dengan dua pabrik


Siapa sangka ternyata usaha keras mantan tukang becak itu membuahkan hasil yang luar biasa. Kabarnya laba dari pabrik garam Sanim bisa sampai sebanyak 400 juta Rupiah perbulannya, belum lagi kalau sedang naik harga, bisa sampai sebanyak nominal setengah milyar lebih.

Sanim sudah memiliki 2 (dua) pabrik besar sebagai tempat industri garamnya, dalam satu hari ada lebih dari 6 (enam) truk besar yang siap untuk mengangkut garam milik Sanim. Sudah ratusan orang bekerja padanya, selain itu dia juga mempunyai 10 (sepuluh) mobil berkat hasil dari produksi garam buatannya.

Kisah Sanim ini seharusnya memberikan motivasi pada diri kita. Seorang tukang becak ternyata juga memiliki kesempatan sukses sama dengan para sarjana. Semua tergantung kemampuan keras pada diri sendiri, apakah mau seperti ini saja atau menjadi lebih baik dari sebelumnya



Reaksi: