Kota Ini Merupakan Tempatnya Cewek Cantik di Indonesia, Bandung ?? Kalah Deehh

Monday, May 8, 2017



KECANTIKAN gadis bumiputera asal Sulawesi Utara (Sulut) sudah terkenal di Indonesia. Hampir semua pendatang yang pernah menginjak daerah ini, pasti akan terkesan dengan kecantikan gadis-gadis itu.
 


Kecantikan gadis Sulut semakin kelihatan ketika mereka jalan berkelompok. Dijamin, kalian akan susah membedakan gadis yang jelek di antara mereka. Yang ada, mata akan tertuju dan mencari mana di antara gadis itu yang lebih cantik. 



Tentu hal ini berbanding terbalik, jika anda berada di luar Sulut. Kesan itu yang saya dapat sejak pertama meninggalkan tanah Bugis, tempat kelahiran saya, di Bulukumba, Sulawesi Selatan, di akhir tahun 2009 merantau ke kota Manado. 



Hingga kini, teman saya di Manado tidak terhitung lagi. Kesan yang saya dapat saat tiba di kota Manado adalah rasa kerukunan, dan persaudaraan antar agama yang sangat tinggi.



Makanya tak salah jika semboyan daerah ini adalah "Torang Samua Basudara" yang dalam bahasa Indonesia berarti "Kita Semua Bersaudara". Mencari kawan dan dengan cepat akrab di Manado ternyata bukan hal yang sulit.



Namun begitu, pertanyaan yang masih menggantung dalam benak saya adalah kenapa kecantikan gadis Sulut itu begitu mendekati sempurna? Beberapa kawan yang asli Sulut menjelaskan menurut pendapat dan pikiran mereka masing-masing. 



Ironis, dari semua jawaban itu, satu sama lainnya sama persis. Mereka mengatakan, surga gadis cantik di Sulut itu adalah asli Minahasa, Tomohon, Tondano, dan beberapa daerah lainnya. Sedikitnya ada dua sebutan gadis cantik di wilayah ini.



Pertama adalah budo. Sebutan budo adalah untuk gadis cantik yang memiliki kulit yang putih. Sedangkan yang kedua adalah tole. Sebutan ini dialamatkan bagi gadis cantik berkulit putih bersih dari aerah pegunungan. 



Dari jawaban-jawaban itu, pernyataan saya masih menggantung. Rasa penasaran kenapa paras mereka bisa begitu cantik, ternyata jawabnya bertalian erat dengan sejarah daerah Sulut di jaman kolonialisme Belanda dan jauh sebelumnya. 



Pada zaman dahulu, menurut cerita warga asli Sulut, tak sedikit masyarakat pribumi yang dipinang oleh warga asing asal Belanda, Jepang, dan negara lainnya. Dari hal inilah sampai kini, turunan WNA (Warga Negara Asing) di Sulut berlipat-lipat ganda.



Jawaban singkat itu ternyata ada benarnya juga. Namun, bukan hanya kecantikan gadis-gadis asal Sulut yang menjadi daya tarik para turis, pelancong, atau wisatawan untuk datang berkunjung. 



Objek wisata di wilayah ini, terutama pantainya yang menjulur sepanjang Teluk Manado, kota tua, dan kerukunan antar umat beragamanya juga menjadi nilai lebih daerah ini. Latar sosial budaya yang paling mencolok pada kawasan ini adalah agama.



Agama Islam merupakan bagian dari sejarah Kota Manado. Beberapa kawasan yang ditinggali oleh umat Muslim adalah di Kampung Islam, Kampung Ternate, Kampung Bugis, Kampung Jawa, Kampung Arab, dan lainnya.



Khusus di Kampung Arab, lokasinya hanya sekitar 1 (satu) kilometer dari pusat kota titik nol (zero point). Berdampingan dengan Kampung China, masyarakat di Kampung Arab (sesuai namanya mayoritas adalah keturunan orang Arab) banyak dari Gorontalo. 



Kampung Arab ini merupakan salah-satu ikon wisata religius di Kota Manado, terutama mendekati Hari Raya Idul Fitri. Wisatawan asing maupun lokal selalu datang berkunjung ke kawasan ini. 



Kembali ke gadis cantik di Sulut, mereka tidak hanya berada di wilayah perkotaan. Tetapi juga dipelosok desa. Maka betul saja jika ada yang mengatakan, Sulut adalah tempat surga gadis-gadis cantik. 

Reaksi: