Mengenal Maskapai Baru Malaysia , Batik Malaysia

Wednesday, May 24, 2017



Kuala Lumpur – Maskapai Malaysia Malindo Air mengganti nama baru menjadi Batik Malaysia mulai Semester 2017 ini untuk langkah ekspansi bisnis dan juga memperluas jaringan Lion Group.

Pendiri Lion Group Rusdi Kirana dalam penyambutan kedatangan Boeing 737 Max 8 di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA), Kuala Lumpur, 22/5/2017 mengatakan pergantian nama ini agar pengoperasiannya menjadi lebih terintegrasi.

“Supaya dia ‘integrated’. Sekarang ‘kan Malindo terbang Kuala Lumpur – Bali – Brisbane, nah kalau namanya Malindo ketika dia terbang dari Jakarta kita paketnya susah. Tapi kalau namanya sama, semasa konsumen buka website nanti penerbangannya boleh terintegrasi,” ucapnya.

Namun, dia mengatakan manajemennya tetap sama, hanya diubah namanya saja dan tetap berpusat di Malaysia.

Hal itu juga dimaksudkan untuk mempermudah operasi penerbangan, terutama untuk penerbangan internasional.

“Sebagai contoh, misalnya mau terbang ke Hongkong, penumpang bisa terbang Jakarta – Kuala Lumpur pakai batik Indonesia, lalu gabung penerbangan Kuala Lumpur – Hong Kong dengan Batik Malaysia,” katanya.

Dalam kesempatan sama, CEO Malindo Air Chandran Rama Muthy menjelaskan penggantian nama atau merk tersebut merupakan ekspansi bisnis untuk menjangkau lebih banyak destinasi.

“Karena mempunyai destinasi ke 16 negara, kita mempunyai punya Batik Indonesia serta Batik Malaysia, kita akan berkolaborasi lebih baik, kita boleh mengangkut banyak wisatawan dan tentu ini akan lebih mudah untuk menjualnya di pasar penerbangan,” katanya.

Sekarang ini dia mengatakan kapasitas tersedia, yaitu 11 juta penumpang, namun ti gkat keterisian hanya sampai 5,8 juta penumpang tahun inj dan akan ditingkatkan menjadi delapan juta penumpang tahun depan.

Meskipun saat ini tingkat keterisian hanya 70 persen, namun kami yakin target tersebut akan tercapai.

“Mudah. Kita berhasil tahun pertama 900.000 penumpang, tahun kedua 2.75 juta penumpang, tahun ketiga 3.8 juta, tahun keempat 5.8 juta, jadi delapan juta saya rasa oke,” katanya.

Dalam ekspansi bisnis, Chandran berkata akan membuka jalur penerbangan ke kota Pnom Penh Kamboja di bulan Agustus mendatang dan akan merambah ke kota lainnya, yaitu Bangladesh, Guangzhou dan Dakka.

“Kita akan meluncurkan dua lagi, salah satunya di Brisbane, untuk Tiongkok sendiri sedang berjalan, kita fokus di Kunming,” katanya.



Reaksi: