Perkembangan Proyek Pengadaan Jet Tempur Canggih Sukhoi-35 Indonesia Rusia

Tuesday, May 9, 2017



"Hubungan Indonesia dan Rusia merupakan hubungan yang bersifat strategis. Oleh karenanya Rusia sangat memahami hubungan yang telah terjalin ini, khususnya yang berkaitan dengan kontrak-kontrak yang sedang berjalan maupun yang akan berjalan diantara kedua negara.

Demikian dikatakan Deputi Dirut Rosoboronexport Mr. Sergey Goreslavsky yang bertemu dengan Sekjen Kemhan Laksdya TNI Dr. Widodo di kantor Sekjen Kemhan Jakarta, Rabu (3/5). Dalam pertemuan tersebut Deputi Dirut Rosoboronexport mengungkapkan bahwa tugas utama delegasi Rusia yang hadir ke Kemhan saat ini adalah untuk membahas bagaimana menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan dengan segera.

Lebih lanjut dikatakan delegasi Negara Rusia bahwa dalam pengadaan proyek Jet Tempur Sukhoi (SU-35) telah melewati beberapa tahapan. Namun ada satu tahapan yang belum direalisasikan yaitu Sidang Tim Evaluasi Pengadaan (TEP). Diharapkan hal ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat kerjasama ini adalah “Pilot Project” bagi Rusia. Hal ini karena banyaknya ketentuan baru yang menyertai proyek pengadaan SU-35 ini yaitu komponen off–set, imbal dagang dan pendanaan.

Menanggapi hal ini, Sekjen berkata bahwa kehadiran delegasi Negara Rusia di Kemhan saat ini menunjukkan hal keseriusan kedua-dua negara untuk membina kerjasama. Keseriusan Rusia mengenai  pembangunan kerjasama alutsista Indonesia tidak hanya ditunjukkan saat ini saja tetapi sejak dulu di perang kemerdekaan Indonesia.

Terkait dengan pengadaan jet tempur Sukhoi (SU-35), Sekjen menjelaskan bahwa tahapan yang belum sempat terealisasi yaitu TEP karena Kemenhan masih menunggu kepastian dari bagian Kementerian Perdagangan mengenai imbal dagang dan Transfer of Technologi (ToT). Untuk itu Sekjen Kemhan berharap semua pihak yang terlibat dapat membantu proyek ini agar dapat segera terwujud, seperti TNI AU, Kementerian Perdagangan dan Rosoboronexport Rusia. Tentunya sesuai dengan kapasitas dan fungsinya masing-masing.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut selain pejabat Kemhan dan Kemlu, juga hadir diantaranya Atase Pertahanan Rusia untuk Indonesia Mr. Nikolay Nikolayuk, Deputi Dirut Rostec Mr. Yuri Maakev dan Perwakilan Rostec di Indonesia Mr. Michael Korotaev. Diantara delegasi Rusia yang hadir saat ini merupakan anggota working group untuk imbal dagang. Direncanakan setelah malakukan pertemuan dengan Sekjen Kemhan, delegasi Rusia juga akan melakukan pertemuan dengan pimpinan di Kementerian Perdagangan.



Reaksi: