Tak Terduga !!?? Arab Saudi Putuskan Hubungan Diplomatis Dengan Qatar !!

Monday, June 5, 2017





Riyadh—Arab Saudi secara mengejutkan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan negara tetangga, Qatar.

Seperti dilansir Reuters, Senin 5 Juni 2017, kabar ini sangat mengejutkan karena kedua negara bertetangga itu selama ini dikenal sebagai sekutu akrab dalam berbagai peristiwa politik di Timur Tengah.

Kantor berita Arab Saudi memberi informasi  menutup kontak darat dan udara dengan Qatar. “Ini adalah hak kami untuk negara berdaulat mencegah bahaya terorisme,” laporan resmi kantor berita Arab Saudi.

Bahkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam pertempuran di Yaman, membatalkan partisipasi pasukan Qatar.

Beberapa laporan analisa politik internasional menyebut Arab Saudi menduga Qatar mendukung ISIS dan AL-QAEDA di beberapa negara.

Langkah Arab Saudi ini menyusul upaya serupa dari Bahrain. Pada hari Senin dini hari, Bahrain menarik korps diplomatiknya dari Qatar dan juga mengusir korps diplomatik Qatar dari Negara Bahrain.

Bahrain juga memberikan batas waktu dua minggu bagi warga Qatar yang sedang berada di negaranya untuk segera hengkang dari Qatar.

 
Langkah ini ditempuh Bahrain setelah mengetahui media  Qatar mendukung aktivitas teroris bersenjata yang melakukan sabotase di negara itu.

Bahrain terkini melakukan represi terhadap mayoritas warga Syiah yang diduga didukung oleh Teheran Iran.


Seperti dilansir dari Reuters, ketegangan Qatar dengan sejumlah negara Teluk terjadi setelah kantor berita Qatar memberitakan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al Thani untuk meminta negara-negara Teluk bekerja sama dengan Iran.

Meski pemerintah Qatar menyebut laporan itu muncul karena peretasan, tetap membuat Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain murka.

Qatar sebagai anggota Liga Arab beraliran Sunni selama ini tetap mempunyai hubungan dagang dengan Iran.

Kantor berita Rusia, Sputnik, melaporkan, langkah Bahrain dan Arab Saudi untuk memutus hubungan dengan Qatar, akan disusul oleh Uni Emirat Arab dan Mesir.


Insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2014 ketika Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Bahrain memanggil pulang Duta Besar mereka dari Qatar. Alasannya, ketiga negara itu menduga Qatar mendukung Presiden Mesir yang terguling, yaitu Mohamad Mursi dan juga kelompok terlarang Ikhwanul Muslimun.



Reaksi: